Cara kerjanya
Masukkan teks yang ingin Anda analisis
Detektor kami menganalisis teks Anda menggunakan profil stilometrik
Anda akan mendapatkan skor probabilitas apakah teks ditulis oleh AI, beserta analisis detail

Detektor melakukan analisis linguistik mendalam yang mencakup keragaman leksikal, kompleksitas sintaksis, dan analisis frekuensi n-gram. Detektor ini menggunakan model statistik canggih untuk mengidentifikasi pola penggunaan bahasa yang halus guna membedakan antara konten yang ditulis manusia dan yang dihasilkan AI.

Dengan menerapkan teknik stilometrik dan algoritma machine learning, detektor membangun profil gaya penulisan dari teks. Detektor menganalisis faktor seperti panjang kalimat, pemilihan kata, penggunaan kata fungsi, dan gaya bahasa untuk membedakan ciri khas tulisan manusia dan tulisan yang dihasilkan AI.

Detektor menggunakan teknik Natural Language Processing (NLP) tingkat lanjut untuk melakukan analisis semantik mendalam. Ini mencakup analisis semantik laten (LSA) dan model berbasis transformer untuk mengevaluasi koherensi teks, perkembangan tema, serta aspek pragmatik seperti kesesuaian konteks dan makna implisit.

Dengan menerapkan prinsip linguistik kognitif, detektor menganalisis bagaimana teks mencerminkan proses kognitif manusia. Ini termasuk evaluasi penggunaan metafora konseptual, semantik frame, dan sejauh mana teks mengikuti prinsip pemrosesan informasi alami serta keterbatasan memori yang menjadi ciri tulisan manusia.

Detektor menerapkan teori analisis wacana dan Rhetorical Structure Theory (RST) untuk meneliti organisasi keseluruhan teks. Detektor menganalisis penanda kohesi, partikel wacana, dan hubungan retoris antar bagian teks untuk menilai apakah teks memiliki struktur alami dan koherensi wacana.
Detektor AI kami menggunakan empat metode analisis canggih: analisis linguistik dengan pola statistik, profil stilometrik, analisis semantik dan pragmatik, serta pemodelan kognitif-linguistik. Dengan menggabungkan metode-metode ini, kami dapat memberikan penilaian yang komprehensif. Namun, seperti semua detektor AI, tidak ada jaminan 100%—hasilnya sebaiknya digunakan sebagai pendukung penilaian manusia.
Detektor melakukan analisis mendalam yang mencakup keragaman leksikal, kompleksitas sintaksis, analisis frekuensi n-gram, dan teknik NLP tingkat lanjut. Detektor juga membuat profil gaya dengan menganalisis panjang kalimat, pemilihan kata, dan gaya penulisan, serta mengevaluasi koherensi semantik dan proses kognitif dalam teks.
Detektor ini dilatih untuk mengenali pola umum dari teks yang dihasilkan AI, namun setiap model AI memiliki 'ciri khas' masing-masing. Model yang lebih baru dan canggih terkadang lebih sulit dideteksi. Kami terus memperbarui metode analisis kami agar selalu mengikuti perkembangan teknologi.
Hasil ditampilkan dalam persentase: 80-100% berarti 'Sangat mungkin ditulis oleh AI', 60-79% 'Kemungkinan besar ditulis oleh AI', 40-59% 'Tidak pasti', 20-39% 'Kemungkinan besar ditulis oleh manusia', dan 0-19% 'Sangat mungkin ditulis oleh manusia'. Kode warna membantu Anda memahami hasil dengan cepat.
Detektor dapat digunakan untuk teks dalam berbagai bahasa, tetapi hasilnya harus dilihat sebagai indikasi dan bukan bukti pasti. Akurasi dapat berbeda tergantung bahasa, gaya penulisan, panjang teks, dan apakah teks telah diedit manusia setelah dibuat dengan AI.
Jika detektor memberikan penilaian tidak pasti (40-59%), artinya teks tersebut memiliki ciri-ciri gabungan antara manusia dan AI. Ini bisa terjadi jika teks hasil AI telah diedit oleh manusia, atau penulisnya memang memiliki gaya menulis yang sangat terstruktur. Kami sarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Semua data diproses sesuai GDPR dan disimpan dengan aman di dalam Uni Eropa. Teks hanya dianalisis untuk memberikan hasil, lalu otomatis dihapus setelah penilaian selesai. Kami tidak pernah menyimpan teks Anda.
Hubungi kami jika kamu punya pertanyaan atau masukan